Al-Auza’i berkata: “Aku mendengar Bilal bin Sa’ad berkata, ‘Banyak sekali orang yang bergembira, padahal dia tertipu, dia makan. minum dan tertawa, sedangkan Allah telah menetapkannya sebagai bahan bakar api Neraka.’” (Jawaahiru Shifatish Shafwah)
Al-Auza’i berkata: ‘Temanmu yang selalu mengingatkanmu tentang urusan Akhirat ketika berjumpa denganmu, lebih baik daripada teman yang setiap kali berjumpa denganmu dia memberimu uang sebanyak satu Dinar.’”
Diriwayatkan dari Wadiah al-Anshari, beliau berkata: “Aku mendengar Umar bin al-Khaththab sedang menasihati seseorang, beliau berkata:
‘Janganlah engkau mengucapkan sesuatu kecuali hal yang penting bagimu, kenalilah musuhmu dan berhati-hatilah terhadap kawan kecuali yang sangat dipercaya. Seseorang tidak dikatakan terpercaya kecuali jika ia TAKUT kepada Allah. Janganlah kalian berjalan dengan orang yang suka melakukan MAKSIAT, karena (jika demikian) dia akan mengajarkan kejelekan kepadamu, dan janganlah kalian menampakkan rahasia dan urusanmu kecuali kepada orang yang takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.’” (Idem)
Diriwayatkan dari Ibnu Umar bin al-Khaththab dari ayahnya, beliau berkata: Abu Dzarr berkata:
‘Teman yang shalih lebih baik daripada hidup menyendiri, dan hidup menyendiri lebih baik daripada teman yang jelek. Membicarakan kebaikan lebih baik daripada diam dan diam lebih baik daripada membicarakan yang jelek. Menyampaikan amanah lebih baik daripada mendiamkannya, dan diam lebih baik daripada BERBURUK SANGKA.’”
Diriwayatkan dari Anas, dari Abud Darda, beliau berkata:
“Jadilah kalian seorang pengajar, atau orang yang belajar, atau orang yang mendengarkan (ilmu). Dan janganlah kalian menjadi yang keempat sehingga engkau akan BINASA!” Aku bertanya kepada al-Hasan, ‘Apakah yang keempatnya?” “Orang yang selalu melakukan BID”AH,’ jawab beliau.” (Idem)
Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Abi Mulaikah, dari Abdullah bin ‘Amr bin al-’Ash, beliau berkata:
“Seandainya kalian mengetahui DENGAN ILMU YANG BENAR, maka kalian akan bersujud sampai punggung kalian retak dan kalian akan berteriak hingga suara kalian putus. Maka menangislah, jika kalian tidak dapat melakukannya, berpura-puralah menangis.”
Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Hubairah, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-’Ash, beliau berkata:
“Tetesan air mata yang keluar dari mataku karena TAKUT kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala lebih aku sukai daripada bershadaqah seribu Dinar.”
Diriwayatkan dari ‘Ikrimah, dari Ibnu ‘Abba, beliau berkata:
“Ambilah hikmah dari siapa saja engkau mendapatkannya, karena terkadang seseorang mengucapkan sesuatu yang mengandung hikmah padahal dia bukanlah orang yang bijak, sehingga bagaikan sebuah tombak yang dilemparkan tanpa ada yang melemparkannya.”
Diriwayatkan dari Muhammad bin Yazid bin Khunaish, beliau berkata, Wahb berkata:
“Aku SANGAT HERAN bagaimana dorongan hati (apa yang mendorong hati) orang yang alim yang menjadikan dirinya tertawa, padahal dia tahu bahwasanya pada hari Kiamat nanti ada kegoncangan dan ketakutan.” Lalu beliau (Wahb) pingsan.” (Idem)
Demikian sedikit yang dapat saya kutipkan dari kitab Jawaahiru Shifatish Shafwah, yang merupakan ringkasan dari kitab Shifatus Shafwah karya Al-Imam Ibnul Jauzy rahimahullah, edisi Indonesia: Teladan Hidup Orang-orang Pilihan, penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Jakarta.
Artikel Agama- Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Uswahtech IT Solutions- Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Uswahtech IT Solutions- Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.